Bawa Sajam dan Disinyalir Hendak Tawuran, Puluhan Remaja Ditangkap Polisi


Operasi premanisme digelar Polsek Sombaopu. Polisi berhasil mengamankan sedikitnya 10 orang remaja lantaran membawa senjata tajam (sajam) jenis busur atau panah di jalan Abdul Mutalib Dg Narang (Patung Massa), Sombaopu Gowa, Rabu, 27 Desember.

Kapolsek Sombaopu, AKP Kaharuddin, mengatakan bahwa operasi yang digelar menggunakan pola tertutup dan terbuka dengan sasaran lokasi timer yang sering meresahkan warga.

“Kami sementara patroli bersama team UKL. Kami dapat informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Tombolo, Bripka Usman, bahwa ada indikasi akan terjadi tawuran selekompok anak muda di daerahnya,” katanya.

Atas laporan tersebut, tim UKL dipimpin langsung Kapolsek Sombaopu ke lokasi tersebut kemudian melakukan penggeledahan terhadap kelompok anak muda itu.

Hasilnya, Polsek Sombaopu berhasil mengamankan 10 orang remaja dan tiga orang di antaranya kedapatan membawa senjata tajam secara ilegal. Yakni RH (14) masih berstatus pelajar membawa busur panah, KML (14) pelajar membawa busur dan Dayat (20) buruh bangunan kedapatan membawa sajam.

“Ada satu orang melarikan diri tapi identitas sudah diketahui dan mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat kami tangkap,” tegasnya.

Selanjutnya, para tersangka yang membawa sajam dan busur panah akan dilanjutkan proses hukumnya dengan menerapkan persangkaan UU No 12 Darurat Tahun 1951. Kemudian terhadap para preman lainnya akan dilakukan pembinaan mengingat usia mereka yang masih relatif remaja.

“Operasi Premanisme secara rutin akan terus kami laksanakan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat apalagi menjelang Tahun Baru 2018,” jelasnya. 

Sumber: Fajar Online