Disiplinkan ASN, Ini Yang Dilakukan Bupati Adnan Tahun 2018

Adnan Purichta Ichsan, Bupati Gowa.
Angin segar bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) di Gowa. Tahun 2018 mendatang, kesejahteraan pegawai pemerintahan di Kabupaten Gowa akan lebih baik.
Salah satu yang akan dilakukan bupati Adnan Purichta Ichsan tahun depan, adalah akan menambah tunjangan pegawai yang dinamai tunjangan penambahan penghasilan atau TPP.

Tunjangan yang nempel di gaji ASN ini diinjeksi ke APBD sebesar Rp 44 miliar.

TPP ini akan berlaku dan dinikmati para pemerintahan mulai dati jabatan Sekda hingga aparat kelurahan.

Bukan hanya menambah TPP bagi ASN tapi bupati juga memberikan keleluasaan beristrahat di sela jam kerja selama 150 menit.

Jam istrahat itu diperuntukkan bagi ASN pada jam istrahat siang (makan dan beribadah) selama dua jam full time.

Istrahat kerja ini juga masih ditambah dengan diberinya pada pegawai kesempatan melaksanakan shalat dhuha setiap pagi pada pukul 10.00 Wita.

Namun kenikmatan kesra maupun jam istrahat ini bukan sekadar diberikan oleh bupati tapi diharapkan bupati agar ditaati oleh para pegawai.

“Artinya dalam masa istrahat itu para pegawai betul-betul menikmatinya untuk istrahat bekerja, begitupun kesempatan shalat dhuha di pagi hari,” kata Adnan kepada media disela menghadiri kegiatan di Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Minggu kemarin.

Pemberlakuan waktu istrahat ini bukan tanpa sebab, tapi betul-betul menjadi ajang pendisiplinan pegawai. Inilah salah satu alasan kenapa bupati mengeluarkan kebijakan menambah TPP tersebut.

“Seluruh pegawai dalam lingkup Pemkab Gowa maupun kecamatan diharusnya bekerja selama 300 menit dalam ruangan. Jika ketentuan itu tidak dipenuhi ASN maka TPP nya akan dipotong. Begitu pula jika ASN tidak mengikuti apel pagi,” jelasnya.

“Aturan-aturan baik penambahan TPP dan penambahan jam istrahat itu semuanya akan terkoneksi dengan finger print yang terintegrasi (absensi sidik jari). Jadi, akan ketahuan siapa yang malas dan rajin. Kalau rajin berarti terima full TPPnya dan kalau malas kerja maka TPPnya juga kurang,” terang Adnan.

Adnan pun merinci, pemotongan yang berlaku untuk jajaran ASN antara lain tidak ikut apel pagi maupun pulang lebih awal dari jam pulang maka TPPnya berkurang Rp 150 ribu.

“Pegawai juga diharuskan membuat laporan harian. Ini semua kita (Pemkab) lakukan agar lebih mudah mengontrol pegawai. Selama ini kan tidak adil. Ada yang malas tapi full gajinya. Ada yang rajin tapi sama saja yang malas. Dengan adanya finger print ini akan ketahuan siapa rajin. Jadi dari ruangan saya, saya bisa lihat siapa rajin dan tidak,” terangnya.

Kabag Humas Setkab Gowa, Abdullah Sirajuddin mengatakan, pola yang diterapkan Pemkab Gowa ini dilakukan untuk mengontrol pegawai agar lebih disiplin. (sar)

The post Disiplinkan ASN, Ini Yang Dilakukan Bupati Adnan Tahun 2018 appeared first on Berita Kota.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *