FAM Organik Kembangkan Varietas Sayur Anti Kanker di Malino Gowa

Hidup sehat tentu menjadi keinginan semua orang. Namun jika tidak dibarengi makanan yang sehat jangan harap akan berhasil.

Untuk menunjang itu, FAM Organik Malino pun hadir. Lokasinya berada di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Di area perkebunan yang luasnya 1,4 Ha itu, FAM Organik menyediakan 10 varietas sayur organik yang tak ada di Sulsel. Jenis sayuran ini memang jarang didengar, sebab semuanya berasal dari Amerika dan Singapura. Pengelola FAM Organik Malino, Wahyuni, mengatakan semua sayuran yang ditanam memang termasuk varietas organik.

Suasana kebun sayur FAM Organik yang berada di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Sulsel, Selasa (27/3/2018). Kebun FAM organik ini menyediakan jenis sayuran organik yang jarang didengar di Indonesia.

“Mungkin kalau dengar sayur organik sudah biasa, sayur konvensional yang dikelola secara organik. Tapi ini memang varietasnya khusus organik. Dan bibitnya asal dari Amerika dan Singapura,” ujar Wahyuni yang mengajak Tribungowa.com, melihat langsung kebun sayur tersebut, Selasa (27/3).

Varietas sayurnya pun bukan hanya sehat bagi tubuh karena dikelola tanpa bahan kimia, tapi juga punya manfaat lain di bidang kesehatan.

Seperti varietas Romaine yang ternyata bermanfaat sebagai antioksidan dan mencegah kanker.

“Bisa dimakan langsung. Bisa jadika juga jus. Karena proses nya itu semua tanpa bahan kimia. Mulai dari penyemaian di nursery room selama empat minggu. Kemudian dimasukkan ke greenhouse dan masa panen setelah lima minggu,” ujarnya lagi.

Wahyuni menuturkan, jika fokus dari FAM Organik ini adalah bagaimana memberi makan tanah bukan pada tanaman.

Olehnya, proses menjadikan tanah agar organik dinilai cukup lama.

Suasana kebun sayur FAM Organik yang berada di Kelurahan Malino Kecamatan Tinggimoncong, Gowa, Sulsel, Selasa (27/3/2018). Kebun FAM organik ini menyediakan jenis sayuran organik yang jarang didengar di Indonesia.

“Tanah disinikan kemungkinan sudah terkena hama tanaman. Jadi untuk menjadikan organik itu butuh waktu lama. Makanya meski kita sudah buka sejak dua tahun lalu tapi baru setahun ini masa panennya dimulai,” jelasnya.

Sebelum ditanami bibit sayur, greenhouse sengaja ditanami jagung. Alasannya jagung bermanfaat membentuk tekstur tanah lebih subur. Setelah jagung layu, barulah bibit penyemaian yang berusia empat minggu dipindahkan ke greenhouse.

“Kita punya empat greenhouse. Tiga buat sayuran dan satu khusus penyemaian atau nursery room. Bibit yang sudah disemai sebelum dimasukkan ke greenhouse tanahnya dibentuk seperti alas tidur sayur,” tutur Wahyuni.

Pupuk Cacing Afrika

Karena sifatnya organik, sudah barang tentu pupuk komposnya juga harus tanpa bahan kimia.

Pihak FAM Organik menggunakan cacing Afrika sebagai pupuknya yang dikirim melalui FAM Organik Bandung.

Caranya cacing-cacing tersebut didiami ditempat khusus yang ditutupi agar tidak terkena sinar matahari.

Cacing itu diberi makan berupa kotoran sapi dan ampas tepung tapioka.

FAM Organik menggunakan cacing Afrika sebagai pupuknya yang dikirim melalui FAM Organik Bandung.

“Dan ternyata cacingnya suka. Kerjanya itu cacing Afrika ini disimpan di dalam tempat yang sudah ada kotoran sapi dan ampas tapiokanya. Didiami selama sebulan,” ucap Pengelola Pupuk FAM Organik Malino, Ahmad.

“Setelah itu baru dipanen kotorannya atau kascing istilah bekas cacing untuk ditabur ke tanah yang ditanami sayur tadi,” ujarnya menambahkan.

Selain makanan kotoran sapi dan ampas tapioka, cacing-cacing itu juga diberi makan sisa sayuran yang tidak terpakai. Seperti daun dan tangkainya.

“Jadi semua kita manfaatkan, tidak ada yang dibuang,” katanya.

Berikut varietas sayur organik yang dikelola FAM Organik Malino.

1. Pakchoy,
2. Kale Toscano.
3. Butter Head.
4. Swiss Card.
5. Lollo Letuce.
6. Kale Kerli.
7. Aceberg Lettuce.
8.Main Crop.
9.Romaine .
10. Cilantro atau sejenis daun ketumbar.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *