Kronologi Balita di Gowa Tewas di Tangan Ayah Kandungnya

Hasan Basri (29) bapak yang menganiaya anaknya hingga meninggal dunia terancam penjara seumur hidup. Pelaku dikenakan tiga pasal berlapis

Mufid (4) hanya bisa menangis ketika badan dan kakinya dicubit ayah kandungnya sendiri, Hasan Basri (29).

Pipi dan bibirnya digigit karena ayahnya emosi dia ngompol di tempat tidur saat tertidur. Namun ayahnya tak peduli suara tangisannya.

Kejadian ini terjadi di kamar tidurnya, Jumat (5/5/2018), sehari sebelum Mufid meninggal.

Keesokan harinya, yakni Sabtu (6/5/2018) pagi, ayahnya beralasan mengajak Mufid jalan-jalan.

Wajah tangisan malam sebelumnya berubah menjadi sumringah.

Namun bukannya kegembiraan, Mufid kembali mendapat siksaan dari ayahnya itu.

Tepatnya di sekitar Lapangan Golf, ayahnya menghentikan motor. Dan memukul perut dan menekan dada Mufid.

Mufid lagi-lagi hanya bisa menangis. Belum kering air matanya, sang ayah membawanya ke pinggir jalan persawahan, disitu, Mufid kembali dipukuli kayu kepala dan telinganya.

Setelah puas memukuli anaknya, Mufid dibawa pulang. Namun kondisinya sudah lemah dan kondisi matanya keatas.

Dihadapan adiknya, Hasan mengatakan jika Mufid jatuh dari motor sehingga mengalami lebam dan panas.

Tapi ketika diinterogasi lebih lanjut, dia mengakui itu hanya alasan menutupi fakta sebenarnya.

Pelaku mengatakan jika dia merasa iri sebab Mufid lebih dekat ke ibunya daripada dirinya.

Kini semua sisa penyesalan, Mufid meninggal dan Hasan Basri ditahan.

Setelah pemakamannya kemarin, ibu korban Mutmainnah juga memilih pulang kampung di Bone. Tapi dia meminta agar kepolisian menghukum suaminya sesuai hukum yang berlaku.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *