Latifah Rusmin Rahim (9), murid SDN Samata, berhasil lolos masuk nominasi 24 besar Seleksi Hafiz Indonesia 2018. Prestasi besar yang diraih hafidza asal Kabupaten Gowa ini memberikan harapan besr bagi Pemkab dan masyarakat Gowa untuk berkiprah di ajang nasional hafidz Alquran.

Sekaitan persiapan menuju ajang tersebut, Selasa (6/2) pagi, Latifah asal Borong Raukanf, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Gowa ini menemui Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. Didampingi ayahnya Rusmin Rahim, Latifah menyebutkan jika keberhasilannya menembus 24 besar seleksi tersebut berkat doa orangtua dan guru-guru pembimbingnya serta pihak-pihak yang telah banyak membantu dirinya selama ini.

Dihadapan bupati, Rusmin Rahim membeberkan jika apa yang diraih putrinya sehingga bisa tembus ajang nasional yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi swasta (RCTI) adalah bukti dari bakat Latifah yang mampu menghafal Alquran.

Selain Latifah, ada satu lagi anak yang terjaring mewakili Sulsel.

Putri pertama dari tiga bersaudara ini disambut kagum Bupati Gowa bersama istrinya, Priska Paramita Adnan yang juga sebagai Ketua TP PKK Gowa. Turut hadir menerima Latifah, di ruang kerja bupati yakni, Wabup Gowa, Abd Rauf Malaganni, Kadis Sosial, Syamsuddin Bidol dan Camat Somba Opu, Subair Usman.

“Kami datang menemui bapak bupati untuk meminta doa restu sekaligus dukungan bapak bupati agar Latifah mampu meraih yang terbaik di ajang bergengsi tersebut dan agar bisa lolos ke tahap selanjutnya,” terang Rusmin Rahim.

Kepada Latifah, Bupati Adnan menyatakan kekagumannya atas bakat dan prestasi yang dimiliki gadis kecil tersebut.

” Saya sangat kagum dan bangga karena Latofah yang baru berusia sembilan tahun ini mampu menghafal kitabsuci Alquran sebanyak 9 juz, itupun secara otodidak dengan bimbingan dari ibunya. Saya atasanama pemerintah sangat mendukung dan tentunya saya akan mendoakan ananda Latifah. Saya malah berharap akan lahir Latifah-latifah berikutnya dan bisa menjadi panutan dan contoh bagi anak-anak kita lainnya di Gowa ini, ” jelas Adnan.

Menurut Rusmin Rahim, kemampuan Latifah itu sudah mulai terlihat sejak usia tiga tahun. Di saat itu Latifah sudah menunjukan ketertarikannya terhadap huruf-huruf hijayyah.
Dan dibawah bimbingan ibunya, akhirnya diusia empat tahun Latifah sudah dapat membaca Alquran dengan lancar.

Sementara kenapa Latifah bisa menemukan akses ke ajang itu, tambah Rusmin Rahim, dimulai saat pendaftaran secara online pada bulan Oktober 2017. Kemampuan Latifah menghafal divideokan lalu dikirim ke pohak panitia seleksi.

“Lalu pada tahap selanjutnya Latifah mengikuti tahap seleksi via telepon dan sepekan kemudian Latifah dinyatakan lolos mengikuti seleksi 50 besar di Jakarta. Usai seleksi nominasi 50 besar, kemudian Latifah berhasil tembus 24 besar untuk seluruh Indonesia,” beber ayah Latifah.

Sumber: Berita Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.