Moliku; Motor Listrik Karya Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas Gowa

Rektor Unhas menjajal Moliku. (06/04/2018)

Sebuah sepeda motor dengan setang telanjang dipajang di koridor depan Gedung Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin di Gowa, dan sang Rektor, Profesor Dwia Aries Tina Pulubuhu, sumringah mencoba duduk di atasnya. Ada kamera-kamera, sejumlah dosen dan mahasiswa, dan selebihnya adalah suasana perkuliahan belaka.

Ini memang upacara sederhana membuka selubung sepeda motor listrik buatan mahasiswa Fakultas Teknik Unhas, kab. Gowa. Nama sepeda motornya terpampang di depan. Moliku, motor listrik untuk kurir. Tapi sebenarnya Moliku adalah akronim dari Motor Listrik Kalla-Unhas. Dinamai begitu karena sepeda motor ini dibangun dengan bermitra: Unhas sebagai inventor dan Bukaka Inti Karsa, anak perusahaan Kalla Grup yang membuat suku cadang.

Lalu apa istimewanya? Rafiuddin Syam, Dosen Fakultas Teknik Unhas, pria murah senyum yang berjas merah di foto ini menjelaskan, Moliku adalah motor kurir yang menggunakan tenaga listrik. Karena menggunakan tenaga listrik, maka sumber energinya adalah baterai. “Inovasi yang kami lakukan adalah sumber energi untuk baterai itu berasal dari energi matahari,” katanya.

Karena itulah, sepeda motor ini dilengkapi dengan panel surya untuk menangkap energi listrik di bagian belakang. Pada siang hari, diterpa cahaya matahari yang melimpah, baterai pada sepeda motor ini akan terisi. Terutama, tentu saja ketika sedang terjebak kemacetan. Maka Rafiuddin pun berkelakar bahwa Moliku, “semakin macet, semakin bertenaga.”

Sebelum diproduksi banyak-banyak dan melenggang bebas di jalanan, Moliku akan menjalani serangkaian uji coba. Tidak tanggung-tanggung, pada awal Mei 2018, Moliku akan menjajal jalur Pantai Utara Pulau Jawa sampai ke Jakarta, memasuki istana, dan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jadi, bisa dibayangkanlah kebanggaan Ibu Rektor. Sudah lama ia menunggu kabar baik seperti ini. “Tentu saya bangga, ini produk hasil riset yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa,” katanya. Moliku dirancang para mahasiswa, dan risetnya diongkosi Ristekdikti.

Bagaimana nasib Moliku selanjutnya, akankah melangkah ke jalur produksi, mari menunggu. Yang jelas, kabarnya toko-toko daring seperti BukaLapak, BliBli dan TokoPedia juga sudah menyatakan dukungannya.

Seperti kata Profesor Dwia, Moliku jangan berhenti pada purwarupa sahaja, sebagaimana kebanyakan produk hasil riset. “Ini harus terus berlanjut, sampai mendapatkan ijin operasional dan kelayakan dari pemerintah, dan kita produksi.”

Tulisan dari Tomi Lebang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *