Panwaslu Gowa: ASN Dilarang Like, Komentar dan Share Gambar Calon

Koordinator Divisi pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Gowa, Yusnaeni saat memberikan sambutan di pelantikan Panwaslu Desa di Kecamatan Manuju. 

Tahapan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel dimulai. Dengan demikian pekerjaan pengawas pemilu (Panwaslu) juga dimulai.
Salah satu yang menjadi fokus perhatian pengawas adalah media sosial. Koordinator Divisi pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Gowa, Yusnaeni, mengatakan pengawasan akan dilakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) terkhusus di Gowa yang melakukan salam khas salah satu bakal calon. “Termasuk media sosial, aktivitas di sosmed itu yang harus hati-hati karena diakses oleh masyarakat yang lebih luas,” katanya, Rabu (17/1).

Selain melakukan salam, para ASN ini juga dilarang untuk me-like, komentar atau menshare gambar yang berhubungan dengan bakal calon. “Ini sesuai surat edaran komisi aparatur sipil negara (KASN) nomor B-2 900/KASN /11/2017 terkait pengawasan netralitas ASN,” ujarnya lagi.

Menurut UU ASN itu ada dua kategori yakni PNS dan pegawai yang terikat perjanjian kontrak dengan pemerintah. “Selain dari dua kategori ASN, silahkan,” lanjutnya.

Aturan netralitas juga berlaku bagi kepala desa. Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Perangkat desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga dan pihak lain. Menjadi pengurus partai politik atau terlibat dalam kampanye.

ASN yang melakukan pelanggaran kode etik dapat dikenakan sanksi moral dan sanksi administrasi sesuai PP nomor 42 Tahun 2014 tentang pembinaan jiwa Korps dan kode etik PNS.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *