Pembunuhan di Gowa Terkuak, di Tubuh Balita AM 143 Luka Akibat Perlakuan Ayah Kandungnya

Sebanyak 41 rekonstruksi dijalani tersangka HB (28) atas penganiayaan yang dilakukan kepada anak kandungnya AM (4), di Timbuseng Kec. Pattalassang, Gowa, Jumat (18/5/2018).

Tewasnya AM (4) di tangan ayah kandungnya HB (28) kini semakin terkuak. Penyebab kematian korban adalah kegagalan pernapasan.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, menerangkan bahwa terjadinya kegagalan pernapasan itu diakibatkan oleh penekanan pusat pernapasan di batang otak.

Penyebabnya, karena ada pembengkakan pada otak akibat trauma pukulan barang tumpul pada kepala bagian belakang.

“Berdasarkan hasil otopsi Tim Dokter Forensik RS Bhayangkara Makassar ternyata didapati sebanyak 143 luka baik luka memar, luka lecet maupun luka robek,” kata Shinto, Rabu (23/5/2018).

Sebelumnya, HB warga Dusun Tabbusalaya, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang beralibi AM tewas Sabtu (5/5/2018) karena terjatuh dari atas motor saat mengajaknya jalan-jalan.

Namun, banyaknya keganjalan pada tubuh AM, membuat pihak Polres Gowa melakukan penyelidikan. Dan hasilnya, cerita itu hanyalah rekaannya.

Bahkan setelah diotopsi didapati 19 luka yang ada di sekitar anus, perut, dan lengan diidentifikasi sebagai luka lama.

“Ini menguatkan fakta penyidikan bahwa kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban sudah berlangsung lama,” terangnya.

Tak hanya itu, HB terbukti melakukan kekerasan pada anus korban. Sebab terdapat 2 luka tertutup, 1 luka terbuka, dan 2 luka lama pada anus.

“Terdapat 5 resapan darah pada tulang tengkorak bagian belakang dengan ukuran 4cm-5cm. Terdapat warna kebiruan dan bintik perdarahan pada otak besar,” sambungnya.

Kabag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, menambahkan, Penyidik Satreskrim Polres Gowa akan mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Gowa, Selasa, 22 Mei.

“Untuk tersangka persangkaannya lapis tiga yakni dijerat Pasal 80 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ucapnya.

Sumber: Fajar Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *