Beautiful Malino adalah program andalan Pemkab Gowa untuk menjadikan kota wisata Malino sebagai destinasi wisata dan menjadi kalender wisata nasional.

Program ini sudah berjalan sejak setahun lalu bersamaan lauching pada 14 Juli 2017.

Meski sudah masuk dalam kalender wisata nasional dan ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata, namun Pemkab Gowa merasa masih perlu untuk membenahi berbagai hal agar kesiapan Malino sebagai daerah wisata nasional betul-betul sempurna.

Salah satu upaya Pemkab Gowa adalah menyiapkan kampung Inggris.

Kampung Inggris atau English Camp ini akan didirikan di Kecamatan Tinggimoncong tepatnya di Desa Jonjo. Namanya pun dinamai kampung Inggris Jonjo.

Alasan dibuatnya kampung Inggris ini menurut Kadis Pendidikan Gowa, Salam, Rabu (3/1/2018), dengan jadinya Malino sebagai destinasi wisata nasional, maka wisatawan mancanegara akan banyak berkunjung.

“Tentunya kita butuhkan masyarakat Tinggimoncong fasih berbahasa Inggris sehingga memudahkan bagi para wisatawan asing berinteraksi dengan masyarakat selama berada di Malino makanya kehadiran kampung Inggris di Gowa ini menjadi penopang utama program Beautiful Malino,” kata Salam.

Mengenai rencana pembuatan kampung Inggris kata Salam, pihaknya sudah meninjau lokasi serta menyusun programnya.

“Kami sudah susun programnya, tahun 2018 ini sudah mulai jalan. Mudah-mudahan tahun 2019 nanti sudah berjalan efektif. Rencananya camp ini kita bangun bertahap,” jelasnya.

Dikatakan Salam yang juga adalah dosen UNM ini, kampung Inggiris yang akan hadir di Gowa ini tidak jauh beda dengan kampung Inggiris yang ada di Kediri,Jawa Timur.

“Semua orang yang masuk di kampung Inggris itu wajib mengunakan bahasa Inggris. Terlebih wajib untuk para pelajar,” cetusnya.

Ia mengaku, beberapa waktu lalu sudah melakukan pengecekan lokasi di Kecamatan Tinggimoncong bersama pemerintah setempat, masyarakat sekitar juga sangat merespon baik program tersebut.

“Saya sudah melihat langsung kondisi lokasinya dan sangat bagus, masyarakat juga sangat merespon,” kata Salam.

Ditanya seberapa jauh langkah Pemkab Gowa (Dinas Pendidikan) terhadap rencana itu, menurut Salam, pihaknya sudah menyiapkan program aplikasi bagi para pelajar, termasuk pejabat, masyarakat, guru, mahasiswa untuk belajar bahasa Inggiris dalam bentuk kalimat yang disertai dengan gerakan tubuh.

“Kami punya program aplikasi lengkap dengan gerakan, aplikasi ini mampu membuat para pelajar menghafal 100 kalimat per dua  jam, dan kami jamin itu. Kami sudah ujicoba dengan sampel orang yang nol kemampuan berbahasa Inggris dan kini orang itu  sudah bisa menghafal sampai 100 kalimat per dua jamnya,” kata kadis. 

Sumber: Berita Kota