Pengurus Perguruan Silat Nasional (Persinas) Asad Kabupaten Gowa di Gedung Balai Diklat 1, Jl Beringin, Gowa, Sulawesi Selatan dikukuhkan, Minggu (1/4/2018).

Ketua Persinas Asad Provinsi Sulawesi Selatan, AKP Juhadi Basuwono berharap, pelantikan pengurus tersebut mampu meningkatkan kinerja organisasi.

”Saya berharap dengan pelantikan ini, prestasi atlet Persinas Asad di kejuaraan tingkat Kabupaten Gowa bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Adapun yang hadir dalam pelantikan pengurus Persinas Asad Kabupaten Gowa dengan masa bakti 2018-2023 tersebut, antara lain Ketua Persinas Asad Sulawesi Selatan, AKP Juhadi Basuwono,SH dan sekretaris Ir. Ambo Tang, ST.

Turut hadir pula, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H. Muchlis, SE, M.Si, yang sekaligus sebagai Ketua Ikatan Pencak SIlat Indonesia (IPSI) Kab. Gowa dan sekretaris IPSI, Ahmad Sidiq Maulana, S.Pd, M.Pd, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), M. Fajaruddin, SE.

Selain itu, Ketua IPSI Kab.Gowa mengapresiasi pengurus Persinas Asad yang telah melakukan pengukuhan.” Saya mengapresiasi pengurus Persinas Asad yang telah melakukan pengukuhan pada hari ini”, ujarnya.

Ketua IPSI ini juga sangat bangga dengan prestasi yang telah dicapai oleh Persinas Asad di usianya yang relatif muda.

”Saya sangat bangga pada Persinas Asad yang telah banyak mencetak prestasi diusia yang relatif muda, sebab ada 3 atlit dari Persinas Asad dari berbagai daerah yang akan mengikuti Sea Games beberapa bulan kedepan yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang,yang menunjukkan bahwa pembinaan Persinas Asad ini sudah merata diberbagai provinsi dan kabupaten kota,” tambahnya,

Berangkat dari itu, Kadispora berharap Pengurus Kabupaten Persinas Asad ini melakukan pembinaan atlit yang berada di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa,

”Saya berharap pengurus yang baru ini gencar melakukan pembinaan atlit yang ada diberbagai kecamatan”, ucapnya.

Persinas Asad adalah perguruan pencak silat nasional yang bersumber pada aliran Cimande, Kunto, Cikaret, Singa Mogok, Nagan, Cikalog, Syahbandar, Sabeni, dan Tangkap Menangkap (TM).

Dengan melestarikan ilmu seni dan bela diri pencak silat, berarti melestarikan budaya bangsa, yang merupakan upaya meningkatkan kualitas mental dan fisik Bangsa Indonesia.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.