Penyaluran Dana Desa di Gowa Dimulai Januari 2018

Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Boediarso Teguh Widodo (kacamata) saat meninjau beberapa Bumdes di sela-sela kegiatan Diseminasi Dana Desa 

Penyaluran dana desa pada 2018 akan memakai sistem baru. Kementerian Keuangan menyiapkan empat kebijakan baru salah satunya penyaluran dana desa ke setiap desa akan dipercepat di awal tahun.

Hal ini diutarakan Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Boediarso Teguh Widodo saat membuka acara Diseminasi Dana Desa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Kamis (21/12).

“Terkait penyaluran dana desa yang biasanya dua kali yakni 60 persen dan 40 sekarang diperbaiki. Yang 60 persen itu kita pecah jadi dua kali, di Januari 20 persen, 40 persennya di Maret dan 40 persen yang awalnya Agustus kita majukan di Juli,” katanya usai meninjau sejumlah stand usaha Bumdes beberapa desa yang dihadirkan. Hal ini dilakukan agar ada persedian kas untuk pembayaran upah harian atau mingguan bagi pekerjaan pembangunan. “Ini dilakukan agar penyerapan tenaga kerja cepat terutama bagi pengangguran, setengah pengangguran, warga miskin,” jelasnya lagi.

Kebijakan lain lanjut Boediarso, untuk pembangunan dilakukan dengan sistem cash for work. Artinya pekerja dibayarkan upahnya per hari atau per minggu. “Jangan perbulan, dan yang harus adalah menggunakan sebanyak mungkin pekerja setempat. Bahan bakunya dari daerah setempat dan terpenting dilakukan secara swakelola tidak boleh mengambil kontrakan di luar desa apalagi luar kabupaten,” ujarnya.

Kebijakan lainnya juga ada pada pembagian dana desa berdasarkan jumlah penduduk, dari semula sebanyak 15 persen akan menjadi 10 persen. Sedangkan pembagian berdasarkan jumlah penduduk miskin, dari semula hanya sebanyak 35 persen, menjadi 50 persen. 

Selain itu, dia melanjutkan, untuk pembagian dana desa berdasarkan luas wilayah, yakni semula diberikan sebanyak 10 persen akan naik menjadi 15 persen. Sementara berdasarkan tingkat kesulitan geografis, pembagian dana desa berubah, dari awalnya sebesar 30 persen, menjadi sebesar 35 persen.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, mengaku jika kebijakan baru terkait penyaluran dana desa sangatlah bagus. “Karena percuma jika diberikan banyak tapi pekerjaan fisiknya tidak selesai. Lebih baik begini jadi memacu para kepala desa menjalankan programnya dengan baik. Dan juga biar para kepala desa semangat menyusun perencanaannya,” katanya.

Sumber: Tribun Timur

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.