Setelah melakukan pendampingan perekaman e-KTP di wilayah Bajeng, Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) melakukan pendampingan yang sama pada tujuh orang penyandang disabilitas di Dusun Parang Carammeng, Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu terlayani perekaman e-KTP. Perekaman e-KTP yang dilakukan Yasmib Sulsel bekerjasama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa di rumah kepala Dusun Parang Carammeng, Arifin Dg Sau, Jumat (22/12/2017) berlangsung lancar.

Di rumah Kadus Parang Carammeng ini, tujuh warga cacat wajib KTP itu dilayani perekaman oleh Disdukcapil yang dipimpin Sekdis Dukcapil Gowa, Edy Sucipto didampingi sejumlah teknisi e-KTP.

Di tengah perekaman itu, Edy Sucipto mengatakan, e-KTP untuk para penyandang disabilitas adalah bagian pelayanan serta mempermudah masyarakat Gowa untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Para penyandang cacat yang sudah berusia wajib KTP ini wajib memiliki KTP sebab jika memiliki KTP mereka (penyandang cacat) akan mudah mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah. Untuk mempercepat layanan ini ke masyarakat, kita menerapkan sistem jemput bola untuk mempermudah para penyandang disabilitas untuk melakukan perekaman,” kata Edy.

Dikatakan Edy Sucipto, salah satu manfaat memiliki KTP bagi masyarakat adalah memudahkan memperoleh layanan pinjaman di bank-bank atau mengurus kepesertaan BPJS maupun urusan lainnya. Jika identitas diri masyarakat tidak lengkap maka sulit mendapatkan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Koordinator Divisi Analisis Perencanaan Yasmib Sulsel, Affan Natsir berharap, semua penyandang disabilitas di Gowa bisa terlayani perekaman e-KTP ini. “Para penyandang cacat.memiliki keterbatasan dalam mengurus kebutuhan e-KTP ini, maka semoga Dinas Dulcapil dapat membantu melakukan perekaman para penyandang cacat yang ada di mana saja di Gowa. Karena jangankan mereka tinggal dalam kota saja akan sulit mengurus kebutuhan identitas ini, apalagi mereka yang tinggal di desa-desa terpencil,” kata Affan Natsir.

Terpisah, Kadis Dukcapil Gowa, Ambo mengatakan selama ini jajarannya telah menerapkan sistem jemput bola. Hal ini dilakukan dalam upaya percepatan perekaman para warga wajib KTP di Gowa.

“Terima kasih kepada Yasmib dan warga yang sudah memberikan informasi tentang keberadaan penyandang disabilitas yang sulit menjangkau layanan pemerintah. Dimana pun keberadaan warga disabilitas di Kabupaten Gowa yang tidak bisa ke kantor pemerintah, akan kami kunjungi,” kata Ambo. 

Sumber: Berita Kota

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.