Polres Gowa Rilis Daftar Hitam Lima ‘Bandit’

Tim bandit Polres Gowa kembali merilis daftar hitam lima tersangka sindikat curanmor, curas dan curat. Daftar aksi kelima bandit tersebut dibeber Polres Sabtu (16/12/2017) siang di Mapolres Gowa.

Kelima ‘bandit’ yang memiliki daftar hitam aksi berdasarkan LP 1062 tanggal 24 Nopember 2017 tentang curanmor yang terjadi di Basoi Dg Bunga, LP 1062 tanggal 24 Nopember 2017 tentang curat yang terjadi di SMP Aisyah, Jl Balla Lompoa Sungguminasa dan LP 899 tanggal 9 Oktober 2017 tentang curas modus jambret yang terjadi di Jl Andi Tonro Sungguminasa yakni AA alias Acung (20), RF alias Rori (19), AR alias Rahman (18), RF alias Udin (19) dan AY alias Wlli (22). Kini kelima sindikat tersebut tengah menjalani proses pemeriksaan dan penahanan di Polres Gowa.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan Sabtu siang mengatakan, jaringan pelaku kejahatan jalanan tersebut tidak hanya terlibat pada kejahatan curat dengan modus masuk ke dalam lokasi SMP dan rumah dengan merusak kunci pintu dan jendela, namun juga melakukan kejahatan curanmor dan kejahatan curas modus jambret.

Dari kelima tersangka tersebut, kata Mangatas, polisi telah menyita sedikitnya 13 jenis barang bukti hasil kejahatan maupun yang digunakan melakukan kejahatan. Barang bukti itu antara lain, satu unit printer merk canon, satu unit kipas angin gantung, satu unit obeng yang digunakan untuk alat cungkil, sebilah senjata tajam jenis parang, sebuah busur panah dengan dua anak panah.

Satu unit kamera digital merk fuji film, satu unit speaker aktif, empat unit handphone berbagai merk, enam unit helm, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam DD 6844 NT dan satu unit sepeda motor Suzuki Spin 125 warna putih DD 4673 OA, satu unit sepeda motor Mio J warna hitam DD 5455 LZ serta onderdil motor Ninja.

Oleh hasil kejahatannya, kata Mangatas tersangka AA alias Acung, RR alias Rori dan AY alias Willi dikenakan persangkaan Pasal 365 KUHP dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana minimal 12
tahun penjara. Sedang AR alias Rahman dikenakan persangkaan Pasal 56 jo Pasal 363 dan Pasal 365 KUHP dilapis dengan Pasal 480 KUHP dan Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana minimal 12 tahun penjara. Sementara RF dikenakan persangkaan Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana minimal 6 tahun
penjara.

AA alias Acung adalah penjahat residivis kasus curas, curat dan curanmor dan pernah
ditangkap oleh Polres Gowa sekitar tahun 2005. AR alias Rahman juga merupakan penjahat residivis kasus kepemilikan senjata tajam secara illegal. Jaringan pelaku telah melakukan kejahatan curat, curas dan curanmor sebanyak lima TKP yaitu Nopember 2017 lakukan curas tas isi HP dan uang tunai di Jl Andi Tonro Somba Opu.

Pada Oktober 2017 lakukan curanmor Honda Beat di Jl Abd Muthalib Dg Narang, Kecamatan Somba Opu, September 2017 lakukan curas tas isi uang tunai di Jl Sultan Hasanuddin Somba Opu dan curas HP di Katangka, Somba Opu. Dan Juli 2017 lakukan curas HP di Jl Tun Abd Razak Hertasning Somba Opu.

“Hasil kejahatan dijual dengan harga rata-rata Rp 2 juta – 2,5 juta untuk motor dan Rp 300 rb –
500 rb untuk handphone,” jelas Mangatas.

Sementara itu, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, sejak 11 Desember 2017, Polres Gowa telah membentuk Tim Anti Bandit yang bertugas untuk memerangi kejahatan jalanan.

“Polres Gowa tidak akan pernah ragu untuk menggunakan tindakan tegas kepolisian
terhadap para penjahat jalanan yang meresahkan warga masyarakat. Tim Anti Bandit ini akan mengejar para pelaku kejahatan jalanan sampai kemana pun bersembunyi dan tim.anti bandit ini hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat di Kabupaten Gowa,” kata kapolres.

Sumber: Berita Kota

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.