RAPBD 2018 Gowa Mulai Masuk ‘Dapur’ DPRD

Rapat paripurna DPRD Gowa, agenda penyerahan RAPBD 2018 dari eksekutif ke legislatif.
Setelah berpolemik di kalangan Banggar DPRD dan Pemkab, akhirnya dicapai kesepakatan antara legislatif dan eksekutif untuk membahas KUA-PPAS sebagai kelengkapan untuk pembahasan RAPBD 2018.
Senin (11/12/2017) sekira pukul 19.00 Wita di Baruga Karaeng Galesong kantor Pemkab Gowa, dokumen penetapan rancangan peraturan daerah tentang APBD Pokok tahun anggaran 2018 diserahkan pihak eksekutif ke legislatif.

Dokumen RAPBD 2018 itu diserahkan Bupati Gowa diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis kepada Ketua DPRD Gowa, Ansar Zaenal Bate disaksikan para anggota dewan serta pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Sekda Kabupaten Gowa, Muchlis pada kesempatan rapat paripurna dewan itu mengatakan, penyusunan Rancangan Anggaran Pedapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2018 ini mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan daerah yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2016-2021 serta dokumen perencanaan tahunan berupa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018.

“Rancangan ini memiliki fungsi perencanaan dan nilai yang amat penting dan strategis, yang diharapkan menjadi instrumen utama kebijakan publik guna mewujudkan percepatan pembangunan pengembangan kawasan strategi, terlebih khusus pada bidang Infrastruktur yang berdampak pada nilai ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” kata Muchlis.

Anggaran tahun 2018 akan diproyeksikan sebesar Rp 1.820.955.331.817. Jika dibandingkan dengan APBD tahun sebelumnya Rp 1.851.092.036.944 maka terjadi penurunan belanja daerah sebesar  Rp 30.136.705.127 atau 1,62 persen.

Untuk belanja langsung pada tahun 2018 sebesar Rp 862.126.357.463 mengalami penurunan sebesar Rp 79.504.407.210 dari tahun anggaran sebelumnya.

Sedangkan untuk belanja tidak langsung daerah sebesar Rp 958.828.974.1353 mengalami kenaikan sebesar Rp 49.367.702.083 yang tahun sebelumnya hanya sebesar Rp 909.461.272.270 yang bila diperhadapkan antara pendapatan dan belanja daerah, maka akan mengalami defisit pendapatan sebesar Rp 51.000.000.000.

Sementara untuk penerimaan pembiayaan daerah pada tahun 2018 sebesar Rp 108.408.996.206 yang bersumber dari sisa lebih perhitungan (Silpa) anggaran sebelumnya yang ditargetkan sebesar Rp 58.408.996.206, dan pencairan dana cadangan sebesar Rp. 50.000.000.000.

Sekda Gowa juga menambahkan, untuk pengeluaran pembiayaan pada tahun anggaran 2018 ditargetkan sebesar Rp 57.408.996.206 yang akan digunakan untuk pembentukan dana cadangan sebesar Rp 50.000.000.000 untuk penyertaan modal investasi pemerintah daerah sebesar Rp 3.500.000.000 dan pemberian pinjaman daerah sebesar Rp 3.908.992.206.

“Saya berharap Ranperda ini dapat dibahas dan ditetapkan menjadi Perda guna memenuhi amanah dan harapan seluruh masyarakat kabupaten gowa, sehingga apa yang diagendakan dapat berjalan lancar dan mencapai hasil yang terbaik,” kata sekda dihadapan sidang rapat paripurna. (sar)

The post RAPBD 2018 Gowa Mulai Masuk ‘Dapur’ DPRD appeared first on Berita Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *