Pekan kedua bulan Januari 2018 ini, Divisi Pengkajian dan Pengembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Teknik Unhas (FT-UH) kembali mengadakan sosialisasi K3 untuk usia dini di SD Inpres Sandikka Gowa setelah sebelumnya telah diadakan di SDIT Al Biruni Makassar Desember tahun 2017 lalu. 

Seperti yang dikatakan oleh Ketua DP2K3 Teknik Unhas, Ilyas Renreng, Program Sosialisasi K3 untuk usia dini ini akan terus dilaksanakan dengan cakupan semua SD di daerah Makassar dan Gowa untuk tahap pertama. Mengapa kemudian sosialisasi K3 ini dianggap sangat penting dan perlu dilakukan untuk usia dini (sekolah dasar)? Di hampir semua negara maju, materi K3 untuk usia dini sudah masuk dalam kurikulum pendidikan dasar mereka. Bahkan hal ini sudah dimulai pada pendidikan pra sekolah atau yang kita kenal disini dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sementara di Indonesia integrasi materi K3 di SD bahkan hingga Universitas belumlah dilakukan.

Jadi dengan melihat itu, bisa dikatakan dalam kaitannya dengan sosialisasi K3, kita masih cukup tertinggal dibanding negara lain. Hal inilah yang mendorong DP2K3 Teknik Unhas untuk menggalakkan sosialisasi K3 bagi masyarakat yang salah satu bentuknya adalah dengan sosialisasi di Sekolah Dasar. 

Tujuan dari sosialisasi K3 ini adalah membudayakan perilaku untuk berkegiatan yang aman dan sehat bagi anak anak Sekolah Dasar. Disini, mereka diajarkan atau lebih tepatnya diperkenalkan bahwa ada potensi bahaya yang bisa mengancam keselamatan dan kesehatan mereka ketika melakukan kegiatan baik di rumah (bermain), di jalan (menuju sekolah) maupun di sekolah (belajar dan bermain). Selain itu mereka juga diajak untuk berpikir bahwa jika ada potensi bahaya, bagaimana kita bisa mencegahnya.

Materi K3 dibuat seinteraktif dan semenyenangkan mungkin dengan beberapa games (permainan) sehingga anak anak sekolah dasar ini bisa mengikuti pemaparan dari beberapa dosen teknik dengan senang dan gembira. 

Dari hasil diskusi dengan beberapa anak SD Inpres Sandikka setelah mengikuti sosialisasi ini, mereka mengaku sangat senang karena mereka jadi tahu bahwa beberapa hal yang biasa mereka lakukan dan tidak mereka sadari ternyata mengandung potensi bahaya dan mereka juga jadi tahu tindakan untuk bisa mencegahnya.

Sumber: Makassar Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.