Terminal seyogyanya berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum sementara untuk menurunkan dan menaikkan penumpang atau barang.

Tapi gambaran itu sepertinya sudah jarang terlihat di Terminal Cappa Bungaya Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel. Terminal tipe C yang baru saja dinaikkan statusnya menjadi tipe B ini memang terlihat sepi dari keberadaan penumpang.

Menurut seorang sopir antar kabupaten yang enggan namanya disebut, sepinya penumpang karena banyak dari mereka memilih untuk dijemput di rumah masing-masing.

“Banyak mi memang begitu. Karena lebih mudah juga. Jarang mi ada penumpang yang mau ke terminal dulu,” ujarnya, Selasa (3/4/2018).

Terminal Cappa Bungaya Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Dia juga mengungkapkan jika faktor yakni banyaknya kendaaraan berplat hitam yang bisa leluasa masuk kota.

“Kita juga sopir senang karena tidak perlu lagi keluar uang bensin banyak. Saya jujur bawa plat hitam. Plat kuning tidak bisa, kalau didapat pasti diambil,” ujarnya lagi.

Meski begitu, warga yang mengaku tinggal disekitaran terminal tersebut menolak jika terminal ditiadakan dengan alasan sepi.

Sementara seorang sopir yang ditemui didepan gerbang terminal, Daeng Sitta mengatakan jika pagi hingga siang, angkutan plat kuning biasanya banyak mangkal di depan gerbang.

“Kalau pagi adaji mobil. Tapi disini memang hanya untuk yang ke Malakaji dan Jeneponto saja,” katanya.

Terminal yang dibangun tahun 1998 itu memiliki dua tempat pemberhentian sesuai jurusan. Namun fasilitas kursi tunggu penumpang hanya sisa beberapa yang berfungsi. Untuk pedagang, memang ada yang berjualan namun kondisi nya jauh dari kata laiak. Jalan keluar terminal tergenang air ketika hujan menerpa.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.