Tiga Pelaku Penambang Liar Diancam 10 Tahun Penjara

Ekscavator milik pelaku Ilegal Mining yang diamankan polisi

Jajaran Polres Gowa mengamakan dua unit alat berat dan truk berupa satu Excavator dan truk dari lokasi tambang liar atau ilegal mining di Dusun Bontocinde, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Diamankannya dua alat kendaraan tambang liar ini dilakukan jajaran Polres berdasarkan LPA No 5 tahun 2018 tanggal 9 Januari 2018.

Saat rilis kasus ilegal mining ini, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga di lokasi pengamanan alat berat di Dusun Bontocinde, Rabu (25/1/2018) mengatakan, dilakukannya tindakan penertiban ini disebabkan adanya indikasi modus penambangan liar alias tanpa dilengkapi surat izin penambangan oleh pemerintah.

Ada tiga pelaku yang terlibat dalam usaha tambang liar itu yakni Ramli Dg Ngajeng (46) warga Dusun Bontorama, Kecamatan Pallangga (sebagai pemilik lahan), Baharuddin Dg Sarro (45) warga Dusun Bontonasongkolo, Kecamatan Pallangga (sebagai pengawas alat) dan Sattu Dg Talle ( 47) warga Dusun Tangalla, Desa Kanjilo, Kecamatan Pallangga (sebagai sopir).

“Mereka kita sudha identifikasi dan akan diproses lebih lanjut,” kata Shinto.

Dari penambangan liar ini barang bukti yang diamankan yakni satu unit Excavator merek Hyundai warna kuning dan satu unit mobil truk Dyna Mitsubishi Canter warna kuning Nopol DD 8023 LF.

“Atas kasus ini kami persangkakan para tersangka dengan Pasal 158 subs Pasal 161 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” tandas Kapolres.

Sumber: Berita Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *