TPP ASN Gowa Mulai Dibayarkan

Keseriusan Bupati Gowa untuk melihat kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam lingkup Pemkab Gowa meningkat akhirnya dibuktikan awal 2018 ini. Buktinya, tunjangan penambahan penghasilan (TPP) yang mulai diberlakukan Pemkab sejak awal tahun 2018 ini segera dibayarkan ke ASN di akhir Januari ini dan langsung ke rekening masing-masing ASN.

” Hari ini tunjangan penambahan penghasilan sudah mulai dibayarkan untuk pertama kalinya. Jadi ASN Gowa dalam sebulan akan terima gaji dua kali. Gaji untuk awal bulan dan TPP untuk akhir bulan,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat Irup di halaman upacara kantor Pemkab Gowa, Senin (29/1) pagi.

Di hadapan para pegawai lingkup Pemkab Gowa, Adnan menyampaikan agar seluruh SKPD Pengelola PAD lebih memaksimalkan kinerjanya. “Kita semua harus kerja lebih maksimal lagi karena TPP untuk ASN akan segera dikeluarkan,” tandas bupati.

Adnan mengatakan, TPP ini diberlakukan tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan ASN dengan azas keadilan dan pemerataan.
“Semua kalangan berhak mendapat TPP tergantung dengan beban kerja dan hasil kinerja yang ditunaikan oleh ASN bersangkutan. TPP ini dilakukan sampai tingkat kelurahan dan untuk awal berlaku 10 persen, uang makan dan lembur tidak dihilangkan,” jelas bupati.

Adnan juga berharap agar pihak-pihak yang nantinya mendapat TPP tersebut dapat menyumbang untuk renovasi musalla kantor Pemkab Gowa.

“ASN diharapkan menyumbang dalam renovasi musalla untuk diperbesar daya tampungnya sehingga semua jamaah bisa shalat berjamaah. Agar TPP-nya semakin berkah maka saya mengajak semua ASN menyumbang untuk musalla kita yang ada ini,” kata bupati.

Meski TPP mulai akan diterima di akhir bulan Januari ini, Adnan pun kembali mensosialisasikan transaksi non tunai berbasis aplikasi. Bupati mengingatkan kepada para pegawai dan jajarannya bahwa transaksi non tunai ini sudah berjalan dan itu telah dilakukan hampir seluruh negara

“Korupsi adalah salah satu prilaku yang harus dihindari bahkan tidak boleh terjadi di Gowa. Karena itu transaksi non tunai ini diberlakukan. Uang tunai di bendahara hanya boleh minimal 1 juta rupiah. Tidak boleh lebih,” tandasnya.

Sumber: Berita Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *