Banyak benda yang menjadi sasaran pencuri. Bukan hanya benda tidak bergerak seperti barang elektronik, kendaraan dan lainnya tapi juga benda hidup pun kerap menjadi mangsa kawanan pencuri seperti penculikan manusia dan pencurian hewan ternak.

Khusus pencurian hewan yang selama ini marak terjadi dan dialami para pemilik hewan ternak di Gowa, membuat jajaran Polres Gowa merasa perlu memberikan sikap kewaspadaan bagi para pemilik ternak agar tidak kecurian ternak sapi, kambing, kerbau, kuda, ayam atau itik dan hewan ternak lain miliknya.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga kepada media, Jumat (26/1) mengatakan, pencurian ternak masih banyak terjadi namun Unit Reskrim belum mampu mengungkap banyak pelaku-pelakunya.

Bahkan banyaknya tempat ilegal yang digunakan untuk potong ternak di luar Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang disiapkan pemerintah membuat para penjahat ternak leluasa menjarah ternak dan memotongnya di tempat memotongan ilegal.

“Jika tidak ada upaya preventif untuk memberantas kejahatan terhadap ternak warga ini, maka masyarakat pasti akan enggan untuk memelihara ternak. Padahal memelihara ternak semisal sapi atau kambing, sudah pasti tingkat kesejahteraan peternak akan membaik. Karena itu saya imbaukan kepada seluuh kapolsek untuk melakukan satu trik dalam menangkal aksi penjarahan ternak masyarakat,” jelas Shinto.

Trik yang dimaksud kapolres antara lain mengharapkan para kades/kadus dan tokoh masyarakat harus saling gandeng membuat ultimatum larangan adanya tempat-tempat pemotongan ilegal di luar RPH yang resmi.

” Dan jika ada warga yang membuka usaha pemotongan tanpa izin dari pemerintah maka pemilik tempat pemotongan hewan tersebut akan diproses secara hukum di Polsek setempat,” kata Shinto.

Trik lainnya kata Shinto yakni melakukan penyekatan pada titik-titik lintasan menuju tempat pemotongan ilegal tersebut dengan memberhentikan kendaraan yang mengangkut ternak.

”Tanyakan SKAH (Surat Keterangan Asal Hewan) yang dikeluarkan kepala desa asal hewan ternak itu pada sopir pengangkut ternak. Jika tdk bisa tunjukkan SKAHnya maka ternaknya harus dibawa ke Polsek dan periksa pengendara hingga pemiliknya. Upaya ini harus konsisten ke depan. Dan saya yakin bahwa upaya ini dapat mereduksi dan memberi daya cegah bagi terjadinya pencurian ternak warga,” tandas kapolres.

Sumber: Berita Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.