AKBP Shinto Silitonga berdiri didepan empat tersangka sebelum gelar press release di Mapolsek Bontomarannu. (Foto: Wa Ode Nurmin, Tribun Timur).

Kepolisian Sektor Bontomarannu berhasil mengungkap empat pelaku pencurian ternak dengan modus dimatikan di tempat sebelum diangkut. Keempat pelaku berinisial KN (24), AD (31), AS(20), dan RN, ditangkap di Je’nemadinging Desa Kampili Kecematan Pallangga.

Dalam press release yang digelar di Polsek Bontomarannu dan dipimpin Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga didampingi Kapolsek Bontomarannu AKP Robert Naro, keempat pelaku mengaku untuk memudahkan membawa dua ekor sapi, mereka mematikan sapi tersebut agar mudah dimasukkan ke dalam mobil.

“Jadi modusnya dimatikan memang sapinya agar mudah dimasukkan ke dalam mobil Avanza,” ujarnya, Rabu (31/1/2018). Untuk lebih menghilangkan jejak lagi, dua ekor sapi itu dipotong-potong kemudian di jual di pasar Minasa Maupa Sungguminasa dengan harga normal.

“Pelaku utamanya menjual seharga Rp 10 juta ke penadah lalu dipotong dan dijual di pasar dengan harga normal, tiga penadah dapat keuntungan hingga Rp 15 juta” jelasnya.

Dari keterangan para pelaku, keuntungan itu digunakan untuk keperluan sehari-hari mereka.

Atas dasar itu polisi menjerat tiga pelaku dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan hak keberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara, sedangkan satu pelaku dikenakan pasal 480 KUHP dengan hukuman penjara minimal 12 tahun.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.