Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gowa meneruskan dugaan pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Gowa ke Komisi ASN di Jakarta.

Ketua Panwaslu Gowa, Suherli, kepada media menjelaskan sejumlah pegawai lingkup Pemkab Gowa itu adalah ASN di Dinas Pendidikan.

“Yang kita laporkan itu inisial S, AA, N dan MY. Semua dari Dinas Pendidikan Gowa,” katanya Jumat (19/1/2018).

Laporan itu berdasarkan foto yang bersakutan di halaman website Dinas Pendidikan Gowa yang berpose salam menyerupai salah satu bakal pasangan calon Gubernur Sulsel.

ASN yang melakukan pelanggaran kode etik dapat dikenakan sanksi moral dan sanksi administrasi sesuai PP nomor 42 Tahun 2014 tentang pembinaan jiwa Korps dan kode etik PNS.

Sumber: Tribun Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.